Minggu, 22 November 2012
JAKARTA, KOMPAS.com - Draf
perubahan struktur kurikulum untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sudah disampaikan sebelumnya. Kini, soal kurikulum sekolah
menengah atas (SMA). Pembahasan kurikulum baru yang akan diterapkan pada Juni
2013 ini masih menyisakan permasalahan struktur kurikulum SMA.
Kalaupun jadi, kurikulum untuk SMA belum akan diterapkan
secara menyeluruh. Hal ini terkait dengan masalah penjurusan pada jenjang
pendidikan menengah ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan
bahwa masalah kurikulum untuk tingkat SMA ini memang akan diperdalam lagi.
Namun telah mengemuka tiga alternatif yaitu tidak ada penjurusan sama sekali,
penjurusan pada kelas X atau pemilihan mata pelajaran berdasarkan minta pada
pendidikan lanjutan.
"Tapi ini masih dibahas lebih dalam lagi. Karena tiga
alternatif ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," kata Nuh,
saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Mata pelajaran tak
berubah
Untuk jenjang menengah atas ini, jumlah mata pelajaran tidak
mengalami perubahan hanya saja waktu belajar tetap ditambah sekitar satu jam
pelajaran per minggu. Sementara itu, diusulkan adanya integrasi vertikal dengal
perguruan tinggi agar memudahkan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.
Bina life and career skills
Bina life and career skills
Berbeda dengan tingkat SMA, untuk jenjang Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) pengguna industri akan dilibatkan dalam penyusunan kurikulum
untuk SMK. Kemudian muncul usul agar diadakan semacam pendalaman materi
berhubungan dengan life and career
skills.
UN untuk kelas XI?
Kemudian untuk dua tingkatan ini juga ada saran terkait
penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) yang sebaiknya dilakukan pada kelas XI.
Dengan majunya waktu UN, anak-anak SMK akan fokus untuk ujian sertifikasi
keahlian pada kelas XII. Sedangkan anak-anak SMA akan berkonsentrasi untuk
ujian masuk perguruan tinggi pada kelas XII.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar