Berbagi hasil seminar Quantum Parenting walau aku sendiri belum menjadi orang tua sebenarnya.
Bersyukurlah telah lahir anak – anak karena dengannya kita dipanggil ayah/bunda atu abi/umi.
Anak – anak memiliki masa emas dalam pertumbuhannya yaitu usia 0 – 4 tahun. Dalam masa itu perkembangan otak mereka mencapai 80 %, sehingga kita sebagai ortu harus menyiapkan kebutahan mereka di masa – masa emas ini. Adapun kebutuhan itu adalah ;
1. Mengenal Tuhannya
2. Asupan makanan bergizi
3. Rangsangan tepat untuk menambah kecerdasan majemuk seperti ligustik, logika, musical, spasial dan visaual, intelengensia, gerak tubuh, interpersonal, intrapersonal.
Untuk itu agar dapat membentuk wonder kids diperlukan wonder parent, wonder teacher dan wonder school. Untuk menjadi wonder parent dibutuhkan 3 kekuatan utama yaitu :
1. Kekuatan Paradigma :
Sikap dan perilaku tentang seseuatu sangan dipengaruhi oleh pandangan / paradigma kita tentang sesuatu itu. Sikap dan perilaku kita pada anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana paradigma kita pada anak. Ketika paradigma kita pada anak negatif maka sikap dan perilaku kita juga akan negatif, maka agar sikap dan perilaku kita pada anak benar dan baik maka kita harus memiliki paradigma yang benar dan baik tentang siapa anak kita ?.
Paradigma tentang anak kita yang benar :
• Anak laksana Barang Tambang : mendidik anak memerlukan waktu yang panjang dan lama.
• Anak kita adalah Wadah : Sebuah paradigma anak-anak adalah wadah yang berbeda besar dan ukurannya , kewajiban ortu adalah mengisinya secara penuh.
• Anak adalah Fitrah ; sebuah paradigma yang memandang bahwa setiap anak berpotensi menjadi orang baik.
• Anak adalah Cinta Abadi kita : Yang meyadarkan pada kita bahwa kitalah cinta abadi/sejati itu.
• Anak kita adalah Guru Terbaik kita : orang tua tumbuh menjadi baik bersama anak – nak mereka.
• Anak adalah Anugrah Terindah : Karenanya kita dipanggil ayah dan bunda.
“Setiap anak dilahirkan genius. Namun bakat dan talenta itu akan tinggal diam – layaknya harta karun yang tidak pernah ditemukan jika tidak dieksplarasi dengan sengaja dan kemudian di pupuk. Yang bertanggung jawab untuk eksplorasi bakat anak dan perkembangannya hingga titik optimal adalah orang tua. “
Perilaku oaring tua dan kecerdasan sosial :
Jika ank dibesarkan dengan celaan maka dia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan maka dia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok maka dia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati maka dia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dorongan maka dia belajar berjuang
Jika anak dibesarkan dengan berbagi maka dia belajar kedermawaan
Jika anak dibesarkan dengan toleransi maka dia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian maka dia belajar menghargai
Sikap dan perilaku yang mendomonasi anak kita adlah gambaran dari sikap dan perilaku dominan pada anak kita.
2. Kekuatan Cinta
Bimbinglah sang buah hati untuk mencintai sang maha pencipta. Peluklah buah hati dengan sepenuh jiwa, karena bila seorang anak terpaut hatinya :
Selalu ingin berdekatan dengan orang tuanya
Merasa aman dan tentram terhadap oaring tuanya
Ada kepercayaan dalam hubungan
Mudah bergaul dengan temannya.
Ekspresikan cinta dengan perilaku anda kerena setiap anak memerlukan perhatian yang focus dari orang tuanya untuk merasa dekat hatinya dan terpaut jiwanya. Yang menjadi masalah adalah bahwa keseluruhan pesan yang anak terima seharusnya membuat ia merasa bermakna dan mempunyai hubungan yang penting dengan orang tua. Sehingga orang tua harus mempunyai kepekaan dalam mengenali dan menyikapi dengna tepat sinyal – sinyal sang buah hati.
4. Kekuatan Do’a
Anak –anak sukses karena kekuatan doa orang tuanya.
QS : 14 :35 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : ‘ Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini (mekah), negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala – berhala.
QS : 14 :40 : Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Doa adalah senjata pamungkas kita.
QS: 14 : 37 : Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam – tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuahn kami (yang demaikaian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah – buahan, mudah – mudahan mereka bersyukur.
Kesimpulan
1. Setiap anak memiliki 8 kecedasan majemuka yang wajib kita rangsang.
2. Tidak ada anak yang bodoh dan pintar. Yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa kecerdasan
3. Tidak ada anak yang nakal, yang ada oaring tua yang tidak sabar
4. Anak adalah peniru yang hebat
Boleh jadi kita tidak akan pernahmenjadi orang tua yang sempurna tapi insya Allah kita akan menjadi orang tua yang hebat.
Tidak ada anak yang nakal yang ada orang tua yang kurang ilmunya.
Bolah jadi anak – anak anda gagal melaksanakan yang anda perintahkan, yakinlah anak – anak anda berhasil apa yang anda lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar